Shultannews.comĀ Kebijakan tak biasa diambil oleh Dedi Mulyadi dengan memangkas sejumlah anggaran pribadinya demi mendukung penataan kawasan Gedung Sate. Langkah ini langsung menyita perhatian publik karena dinilai berbeda dari kebijakan pejabat pada umumnya.
Dalam keterangannya, Dedi menyebut pembiayaan proyek berasal dari realokasi anggaran operasional gubernur. Salah satu yang paling signifikan adalah penghapusan anggaran perjalanan dinas hingga mencapai Rp1,5 miliar.
Selain itu, sejumlah fasilitas lain seperti pengadaan baju dinas, pemeliharaan kendaraan, hingga rencana pembelian mobil dinas turut dipangkas. Dana tersebut kemudian dialihkan untuk mendukung proyek revitalisasi kawasan.
Proyek penataan ini memiliki nilai lebih dari Rp15,8 miliar sebagaimana tercatat dalam sistem pengadaan pemerintah. Revitalisasi dilakukan untuk mempercantik kawasan sekaligus meningkatkan fungsi ruang publik di sekitar pusat pemerintahan Jawa Barat.
Di tengah sorotan, Dedi menegaskan bahwa seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan yang berdampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar mencari kenyamanan.
Penataan kawasan ini juga diarahkan untuk mengatasi kemacetan di Jalan Diponegoro. Dengan sistem jalur baru yang terintegrasi hingga kawasan Lapangan Gasibu dan sekitar Pullman Bandung Grand Central, arus lalu lintas diharapkan tetap lancar tanpa terganggu aktivitas besar di kawasan tersebut.
[ valen ]


More Stories
Audiensi Jamaah UKA Group di Cibadak Soroti Sengketa Lahan, Desak Penanganan Cepat
Wabup Bogor Lepas Kloter Perdana Jamaah Haji 2026
Kementerian PU Apresiasi Penataan Puncak, Pemkab Bogor Perkuat Sinergi