Shultannewss.com SUKABUMI – Kondisi jalan rusak parah yang menghubungkan Desa Sukamaju dan Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, memicu kemarahan warga. Jalan yang telah lama rusak dan dipenuhi lubang itu kini dijuluki masyarakat sebagai jalur maut karena kerap menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Akibat lambannya penanganan dari pemerintah, warga terpaksa melakukan perbaikan secara swadaya dengan mengumpulkan uang pribadi untuk menutup lubang-lubang jalan demi keselamatan pengguna jalan.
Kerusakan infrastruktur tersebut tidak hanya menimbulkan korban luka, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan distribusi hasil pertanian warga. Sejumlah kendaraan roda dua dilaporkan sering terjatuh, bahkan beberapa kendaraan roda empat mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang membahayakan.
Menanggapi hal itu, Ketua DPC PWRI Sukabumi Raya, Rizal Pane, melontarkan kritik keras kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan dinas terkait. Ia menegaskan bahwa pembiaran jalan rusak yang menimbulkan korban dapat berimplikasi hukum sesuai ketentuan KUHP Baru Tahun 2026 dan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
“Pejabat publik tidak boleh abai. Jika kelalaian menyebabkan korban, ada konsekuensi pidana. Pemerintah harus segera bertindak sebelum jatuh korban lebih banyak,” tegas Rizal, Sabtu (25/4/2026).
PWRI juga menyoroti tidak adanya rambu peringatan di titik-titik rawan kecelakaan. Padahal, pemasangan tanda bahaya merupakan kewajiban ketika jalan belum dapat segera diperbaiki.
Menurut Rizal, sangat memalukan jika masyarakat yang taat pajak harus patungan memperbaiki fasilitas umum yang menjadi tanggung jawab negara. Ia menegaskan pihaknya siap mengawal langkah hukum warga, termasuk gugatan perdata maupun laporan pidana jika tidak ada respons nyata dari pemerintah daerah.
Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, dan pedagang setempat mengancam akan melakukan aksi blokade jalan apabila aspirasi mereka terus diabaikan. Mereka menilai wilayahnya dianaktirikan, sementara pembangunan di daerah lain berjalan pesat.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera turun tangan melakukan perbaikan permanen agar jalur utama tersebut kembali aman dan layak dilalui.
[ Valen ]


More Stories
Polres OKU Selatan Ungkap Budidaya dan Peredaran Ganja, Satu Tersangka Diamankan
Pelayanan SPMB SMAN Cigombong Berjalan Optimal
Cing Ikah Rayakan Hari Ulang Tahun, Doa dan Harapan Mengalir