Shultannews com Jakarta, 24 Mei 2026 — Meningkatnya aksi begal dan kriminalitas jalanan di sejumlah wilayah Jakarta mendorong aparat gabungan memperketat patroli keamanan malam hari. Langkah tegas yang melibatkan personel TNI bersama aparat kepolisian kini menjadi perhatian publik dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.
Kodam Jaya disebut turut menurunkan personel untuk membantu pengamanan wilayah yang dinilai rawan tindak kejahatan. Kehadiran aparat gabungan di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menekan angka kriminalitas yang belakangan meresahkan warga.
Namun, keterlibatan TNI dalam penanganan keamanan sipil juga memunculkan diskusi di tengah publik. Sejumlah pengamat menilai penanganan kriminal jalanan merupakan tugas utama kepolisian, sehingga diperlukan koordinasi yang jelas agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dalam pelaksanaan operasi keamanan.
Di sisi lain, banyak warga menyambut positif langkah tersebut. Kehadiran aparat gabungan dinilai memberikan efek psikologis bagi pelaku kejahatan serta meningkatkan rasa aman masyarakat, terutama pada malam hari di titik-titik rawan aksi begal.
Pihak Kodam Jaya menegaskan bahwa keterlibatan personel dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Patroli gabungan akan terus dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Jakarta.
#KodamJaya #PatroliGabungan #BerantasBegal #KeamananJakarta


More Stories
Iswan Menang Telak, Terpilih Sebagai Ketua RT 03 RW 18 Kampung Kelapa Desa Rawapanjang
Rangga Hadiri Anniversary ke-6 B333DIL, Perkuat Sinergi dan Soliditas Antar Komunitas
Pemuda Pancasila, Garda Terdepan Pengabdian dan Aksi Nyata untuk Bangsa