Shultannews.com SUKABUMI, 1 Oktober 2026 — Cuaca ekstrem menerjang wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu sore, 30 September 2026. Hujan deras disertai angin kencang dan hujan es dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas sekolah serta pohon tumbang.
Video yang diterima redaksi memperlihatkan kondisi saat dan setelah cuaca ekstrem terjadi. Terlihat hujan deras, genangan air, pohon dan ranting tumbang, serta bagian bangunan yang mengalami kerusakan.
Dalam video juga terlihat warga dan pihak terkait melakukan aktivitas di tengah kondisi cuaca yang masih basah.
Berdasarkan laporan yang dipublikasikan pada hari kejadian, salah satu lokasi terdampak adalah SMPN 2 Cicurug, Desa Purwasari. Hujan deras disertai angin kencang dan butiran es terjadi sekitar pukul 13.40 WIB. Pihak sekolah melaporkan sejumlah fasilitas bangunan mengalami kerusakan.
Cuaca ekstrem juga berdampak pada SMAN 1 Cicurug. Sebuah pohon beringin berukuran besar tumbang di area depan sekolah dan mengenai kendaraan yang berada di lokasi. Petugas mencatat terdapat dua mobil dan 10 sepeda motor yang terdampak, dengan tingkat kerusakan bervariasi.
Pihak SMAN 1 Cicurug menyampaikan bahwa pohon tersebut telah berada di lingkungan sekolah selama puluhan tahun. Saat kejadian, sebagian siswa sempat panik sehingga kegiatan belajar mengajar dihentikan lebih awal. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut.
Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi bersama unsur terkait kemudian melakukan penanganan dan evakuasi material pohon yang tumbang. Proses evakuasi menghadapi kondisi lapangan yang licin akibat hujan.
Sementara itu, portal resmi BMKG mencatat kejadian hujan lebat dan angin kencang di Kabupaten Sukabumi pada 30 September 2026 sekitar pukul 14.30 WIB dengan dampak pohon tumbang.
Pikacu BMKG
Hingga setelah kejadian, penanganan difokuskan pada pembersihan material yang tumbang, pendataan kerusakan bangunan dan fasilitas sekolah, serta memastikan kondisi lingkungan kembali aman untuk aktivitas masyarakat.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa potensi cuaca ekstrem perlu diantisipasi, khususnya ketika hujan deras disertai angin kencang terjadi dalam waktu singkat. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap pohon besar, bangunan yang mengalami kerusakan, serta lokasi yang berpotensi terdampak saat kondisi cuaca memburuk.
[ Valen ]


More Stories
BPPKB BANTEN RANTING SUKAMAJU PEDULI ANAK YATIM, GELAR SILATURAHMI DI DEPOK
KELURAHAN CIMPAEUN GENCARKAN JUMSIH, WUJUDKAN LINGKUNGAN BERSIH DAN SEHAT
KAPMI OPTIMISTIS KAWAL TARGET PERTUMBUHAN EKONOMI 8 PERSEN