Shultannews.com Cicurug, Sukabumi – Pertemuan yang dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, serta insan pers di wilayah Kecamatan Cicurug berlangsung rusuh ,karena sikap dan perbuatan pak ustad yus Ahmad winarya sudah melampaui batas sebagai seorang ustad yang mengaku bani adam .
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Koordinator A-CIBER Sandy, Ketua Umum B333DIL.JG Jaya Winata, Ketua Umum SEBARA , Pak Jaket, hadir juga pak Agus TB salah satu senior di Cicurug dan Ketua Umum GNBI Ade Batik, serta jajaran media GarudaNews.com dan ShultanNews.com.
Turut hadir dalam forum tersebut Danramil 0607-13/Cicurug Kapten Arm Dede Sujana, Kapolsek Cicurug KOMPOL Aah Hermawan, S.E., M.H., Kepala Seksi Penegakan Peraturan Daerah Deni Yudono, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Yus Ahmad Winarya menyampaikan sejumlah aspirasi dan pandangannya terkait persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Namun, penyampaian tersebut memicu suasana tegang setelah yang bersangkutan dinilai oleh sejumlah peserta menyampaikan pendapat dengan cara yang kurang mencerminkan etika forum.
Menurut sejumlah saksi yang hadir, suasana menjadi gaduh ketika Ustaz Yus Ahmad Winarya berbicara dengan nada tinggi, menggebrak meja, serta memegang botol minuman saat menyampaikan pernyataannya di hadapan aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan para tamu undangan lainnya.
Sejumlah peserta forum menyayangkan tindakan tersebut karena dinilai tidak sejalan dengan sikap santun yang semestinya ditunjukkan dalam ruang dialog dan musyawarah. Terlebih, yang bersangkutan dikenal sebagai tokoh agama yang kerap menyampaikan pesan-pesan akhlak dan nilai keagamaan kepada masyarakat.
Para tokoh yang hadir menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi. Namun, penyampaian tersebut harus dilakukan secara beradab, menghormati forum, serta tidak menimbulkan kegaduhan yang berpotensi mengganggu jalannya musyawarah.
Meski sempat terjadi ketegangan, situasi berhasil dikendalikan dan forum kembali berjalan kondusif. Seluruh pihak yang hadir sepakat bahwa perbedaan pandangan harus disikapi dengan kepala dingin, mengedepankan dialog, serta menjunjung tinggi norma, etika, dan ketentuan hukum yang berlaku.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan insan pers dalam menjaga stabilitas, persatuan, serta kondusivitas wilayah Kecamatan Cicurug demi kepentingan masyarakat luas.
[ Redaksi ]


More Stories
Paguyuban 178 Perkuat Kebersamaan
Piala Kapolres Metro Depok 2026 Siap Digelar, Hadirkan Doorprize Menarik untuk Kicau Mania
“Ironi Subsidi BBM: Rakyat Bayar Rp100 Ribu, Negara Menanggung Lebih dari Rp60 Ribu untuk 10 Liter Pertalite”