Shultannews

Berita Terkini

PROYEK SDN 1 PARUNGKUDA DISOROT, PEKERJA DIDUGA ABAIKAN APD DAN LANGGAR SOP PELAKSANAAN

Shultannews.com SUKABUMI – Pelaksanaan pekerjaan di SD Negeri 1 Parungkuda, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi,

menuai sorotan masyarakat dan awak media. Selain diduga mengabaikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para pekerja, proyek tersebut juga diduga tidak memenuhi sejumlah ketentuan standar operasional pelaksanaan pekerjaan konstruksi, Kamis (11/06/2026).

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, para pekerja terlihat tidak menggunakan APD secara lengkap saat melaksanakan aktivitas pekerjaan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pekerja dan bertentangan dengan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang wajib diterapkan dalam setiap kegiatan konstruksi.

Tak hanya itu, sejumlah pihak juga menyoroti material yang digunakan di lokasi pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Dugaan tersebut memunculkan pertanyaan terkait kualitas pekerjaan yang tengah dilaksanakan.

Selain persoalan APD dan material, proyek tersebut juga diduga tidak memasang papan informasi kegiatan atau papan proyek/RKB (Rencana Kerja dan Biaya) di lokasi pekerjaan. Padahal, keberadaan papan informasi proyek merupakan bentuk keterbukaan informasi publik agar masyarakat dapat mengetahui sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana kegiatan, serta waktu pelaksanaan proyek.
Pengabaian terhadap penggunaan APD dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja yang berpotensi menyebabkan cedera serius, cacat permanen, hingga kematian. Sementara itu,

ketidaksesuaian material dan tidak dipasangnya papan informasi proyek dapat menjadi indikasi lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Saat awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak yang bertanggung jawab di lokasi pekerjaan, yang bersangkutan tidak berada di area sekolah. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon juga belum membuahkan hasil karena yang bersangkutan tidak dapat dihubungi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak CV Bintang Mas maupun pihak yang bertanggung jawab di lapangan terkait temuan tersebut. Awak media akan terus berupaya melakukan konfirmasi guna mendapatkan penjelasan dan klarifikasi dari pihak terkait.

[ Cece ]