Shultannews

Berita Terkini

“MBG Tuai Kritik: Guru Dibebani Tugas Tambahan, Masyarakat Bingung Cari Tempat Mengadu”

Shultannews.com NASIONAL – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi peserta didik kini menuai berbagai sorotan dari kalangan pendidik dan masyarakat. Di sejumlah daerah,

pelaksanaan program tersebut dinilai menambah beban kerja guru tanpa diiringi peningkatan tunjangan maupun honor yang memadai.

Selain menjalankan tugas utama sebagai tenaga pendidik, guru kini turut dilibatkan dalam proses pendataan siswa penerima manfaat, penerimaan bahan makanan, pengawasan kualitas makanan, distribusi kepada siswa, hingga penanganan peralatan setelah kegiatan berlangsung.

Kondisi tersebut memunculkan keluhan karena dianggap berada di luar tugas pokok dan fungsi guru.

Sejumlah tenaga pendidik mengaku waktu dan energi mereka semakin tersita oleh tugas administratif dan teknis yang berkaitan dengan program MBG. Namun hingga saat ini, belum ada kebijakan yang secara khusus mengatur tambahan insentif atau kompensasi bagi guru yang terlibat langsung dalam pelaksanaannya.

Di sisi lain, masyarakat dan orang tua siswa juga mengaku masih kebingungan ketika menemukan dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program, seperti kualitas makanan yang dinilai kurang baik, porsi yang tidak sesuai, maupun persoalan administrasi. Mereka berharap tersedia mekanisme pengaduan yang jelas, mudah diakses, transparan, dan independen sehingga setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara objektif.

Berbagai kalangan mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG, termasuk penataan pembagian tugas, peningkatan pengawasan, serta penyediaan saluran pengaduan yang efektif.

Langkah tersebut dinilai penting agar tujuan mulia program dalam meningkatkan gizi anak-anak Indonesia dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan beban tambahan bagi tenaga pendidik maupun keresahan di tengah masyarakat.

Berita ini disusun berdasarkan berbagai keluhan, pandangan, dan aspirasi yang berkembang di lingkungan pendidikan serta masyarakat sebagai bagian dari upaya mendorong perbaikan dan peningkatan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

[ Redaksi ]